Selasa, 29 Desember 2015

Hai. I'm Back

Hai Blog. Akhirnya setelah 1 tahun, Gue balik lagi!!
Banyak yang berubah selama ini. Gue Sekarang Udah di Jakarta Guys!! Gue udah ga nulis Blog ini cuma buat tugas Kampus lagi :D . 
Gue Udah kerja di sebuah Travel Agent di Jakarta. Gue udah buka lembaran baru di Jakarta!!
No More Sundanesse accent ^^ . Gue udah ketemu sama Bokap Kandung Gue!!. 
Udah kaya di Sinetron2 sih. Gue yang dari kecil udah di tinggal Bokap, Hidup dengan nyokap Gue. Ngelaluin semua rintangan dalam hidup ( oke gue lebay ) sama Nokap. dan pas gue udah kerja, gue ketemu sama Bokap GUE!!!! SO Shocked banget. Meski dia udah tua, syukur bgt dioi masih inget sama gue loh! Dia masih kenalin wajah gue, ya krn gue mirip sama nyokap Gue juga sih -_-. 


Ini Gue Zaman Kuliah

Dan liat perubahan gue sekarang !!


Ini Gue Sekarang

Any changes with me? Hahha. Kalau kepribadian sih menurut gue gaada perubahan yaaa.. Hanya saja gue jadi lebih lemah di hadapan Cowo ( What the??)

Btw, if u need ticket arrangement, u can call me ^^

C.U :*

Minggu, 19 Mei 2013

Anak zaman sekarang rusak

Anak zaman skr ini sungguh di sayangkan sudah rusak. Sy sedang berada di tempat makanan siap saji , dan di depan saya ada anak2 CEWE SMA yg labil dan mereka semua ngerokok dengan gayanya yg tengil !
Miris, bagaimana perasaan ibu bapak mereka ya?

posted from Bloggeroid

Kamis, 16 Mei 2013

Forever alone at campus


Gini nih nasib mahasiswi sambil kerja. Pas UAS, sendirian :(

posted from Bloggeroid

Senin, 13 Mei 2013

Asyiknya jadi backpaker

Bila diartikan secara harfiah, 'backpacking' hanya akan berarti berkegiatan sambil membawa backpack atu ransel. Jika cuma demikian, maka anak-anak SD yang berangkat dan pulang sekolah dengan membawa ransel juga bisa disebut melakukan bckpacking.
Namun backpacking dalam konteks wisata tidaklah berarti sebatas kegiatannya saja. Backpacking disini sudah berarti: gaya hidup, atau cara spesifik seseorang dalam melakukan perjalanan wisatanya yang berujung pada tercapainya kepuasan batin.

Sesungguhnya seperti halnya bentuk berwisata yang lain, apa pun yang dilihat, didengar, dan dinikmati dalam melakukan backpacking akan sama saja. Namun sensasi dan apa yang akan menjadi kenangan bisa jadi lain. Dalam backpacking, kita akan bertemu dengan lebih banyak orang, berbicara, mengenal, bahkan menyelami cara hidup dan tradisi mereka, Inilah satu-satunya cara untuk lebih mengenal tempat tujuan wisata kita.

Tidak hanya dengan penduduk lokal. Pertemanan sering kali bermula dari acara backpacking. Bahkan bila kita berangkat dari rumah seorang diri pun, di perjalanan pasti akan ada seseorang yang setujuan dengan kita, dan segera, kita akan tergabung dalam sebuah kelompok pertemanan setujuan dari berbagai macam latar belakang budaya.
Bukan cuma dengan mereka yang setujuan saja, sesungguhnya. Setiap backpacker yang kita temui dalam perjalanan adalah teman. Mereka sangat akan menjadi sumber informasi terbaik mengenai apa saja yang ada di tempat tujuan kita.

Ya. Dunia backpacking adalah dunia dimana para pelakukanya akan melihat sebuah tempat lebih dekat, menghirup udaranya lebih, melakukan kegiatan lebih bervariasi - pendek kata: larut dalam kehidupan di tempat tersebut.
Itu semua bisa terjadi lantaran dua komponen berwisata yang tak disediakan oleh turisme konvensional, yaitu: lebih banyak waktu, dan lebih sedikit uang. Maka kombinasikanlah 2 hal itu sebaik-baiknya. Nikmati perjalanan Anda, dan alangkah indanya bila Anda juga bisa meninggalkan sesuatu yang dapat mempermudah teman-teman backpacker yang akan mengikuti jejak langkah anda.

posted from Bloggeroid

Backpaker


DEFINISI SINGKAT DAN SEJARAH TENTANG BACKPACKER

Backpacker adalah istilah yang secara historis telah digunakan untuk menunjukkan suatu bentuk murah, perjalanan nasional/internasional independen. Ketentuan seperti perjalanan independen dan/atau anggaran perjalanan sering digunakan bergantian dengan backpacker. Faktor-faktor yang secara tradisional membedakan Backpacker dari bentuk pariwisata lain tetapi tidak terbatas pada hal berikut: penggunaan angkutan umum sebagai sarana perjalanan, preferensi penginapan sampai hotel tradisional, lama perjalanan liburan vs konvensional, penggunaan ransel, suatu kepentingan dalam rapat lokal, dan juga melihat pemandangan/wisata.

Definisi backpacker telah berevolusi sebagai wisatawan dari berbagai budaya dan wilayah berpartisipasi dan akan terus berkembang, mencegah definisi baku. Penelitian terakhir telah menemukan bahwa, "... Backpackers merupakan kelompok heterogen terhadap keragaman Alasan dan makna yang melekat dengan pengalaman perjalanan mereka. ... Mereka juga ditampilkan sebuah komitmen bersama untuk suatu bentuk non-institusional perjalanan, yang pusat identifikasi diri mereka sebagai Backpackers. " Backpacker sebagai gaya hidup dan sebagai sebuah bisnis telah berkembang cukup dalam (era tahun 2000-an) sebagai biasa dari maskapai penerbangan bertarif rendah, hotel atau akomodasi anggaran di banyak bagian dunia, dan komunikasi digital dan sumber daya membuat perencanaan, pelaksanaan, dan melanjutkan perjalanan Backpacking jangka panjang lebih mudah dibandingkan sebelumnya.

Sejarah BACKPACKER

Meskipun tidak ada jawaban pasti mengenai asal tepat Backpacker, akar-akarnya dapat dilacak, setidaknya sebagian, ke jalur Hippie tahun 1960-an, dan 70 yang kemudian diikuti bagian-bagian dari Jalan Sutera tua. Bahkan, beberapa Backpackers hari ini mencari untuk menciptakan kembali perjalanan yang, meskipun dengan cara yang lebih nyaman, sementara memanfaatkan popularitas saat ini gerakan hijau. Melihat jauh ke dalam sejarah, Giovanni Francesco Gemelli Careri telah dikutip oleh beberapa sebagai salah satu Backpackers pertama di dunia.

Sementara perjalanan sepanjang Trail Hippie tua telah diberikan rumit sejak awal tahun 80-an akibat kerusuhan di Afghanistan, Irak dan Iran yang terus berlangsung sampai sekarang, backpacking telah diperluas untuk sebagian besar wilayah di dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan anggaran dan maskapai penerbangan biaya rendah telah memberikan kontribusi untuk ekspansi ini. Pada saat ini, baru "jejak hippie" sedang dibentuk terhadap Afrika Utara di tempat-tempat seperti Maroko dan Tunisia, dan tujuan lain yang dicapai oleh penerbangan murah.

Perubahan teknologi dan perbaikan juga memberikan kontribusi terhadap perubahan Backpacking. Backpackers tradisional tidak bepergian dengan peralatan elektronik mahal seperti komputer laptop, kamera digital dan PDA karena kekhawatiran tentang pencurian, kerusakan, dan berat bagasi tambahan. Namun, keinginan untuk tetap terhubung digabungkan dengan tren dalam elektronik ringan telah memunculkan trend flashpacking, yang telah dalam keadaan evolusi terus menerus dalam beberapa tahun terakhir. Simultan dengan perubahan pada "apa" mereka bawa, Backpacking juga menjadi kurang dan kurang bergantung pada ransel fisik dalam bentuk awal meskipun ransel masih dapat dianggap sebagai bagasi utama Backpackers.

BACKPACKERS


Backpacking is a form of low-cost, independent international travel. It includes the use of a backpack or other luggage that is easily carried for long distances or long periods of time; the use of public transport; inexpensive lodging such as youth hostels; a longer duration to the trip when compared with conventional vacations; and an interest in meeting the locals as well as seeing the sights. It is typically associated with young adults, who generally have fewer obligations and thus more time to travel. They also have less money to spend on hotels or private vehicles. It may include wilderness adventuresor be limited to travel within settled areas.
The definition of a backpacker has evolved as travelers from different cultures and regions participate. A 2007 paper said "backpackers constituted a heterogeneous group with respect to the diversity of rationales and meanings attached to their travel experiences. They also displayed a common commitment to a non-institutionalised form of travel, which was central to their self-identification as backpackers."Backpacking as a lifestyle and as a business has grown considerably in the 2000s as a result of low-cost airlines and hostels or budget accommodations in many parts of the world
History
While people have traveled for all history with their possessions in packs they carry on their backs, the concept of modern backpacking can be traced, at least partially, to the Hippie trailof the 1960s and '70s,which in turn followed sections of the old Silk Road. In fact, some backpackers today seek to recreate that journey, albeit in a more comfortable manner.Seventeenth-century Italian adventurer Giovanni Francesco Gemelli Careri has been cited by some authorities as one of the world's first backpackers.
Technological developments and improvements have also contributed to changes in backpacking. Traditionally backpackers did not travel with expensive electronic equipment like laptop computers, digital cameras, and PDAs because of concerns about theft, damage, and additional luggage weight. However, the desire to stay connected, coupled with breakthroughs in lightweight electronics, has given rise to the flashpacking trend.And not only is there a shift in what backpackers carry now, there is also a change in what they use to carry that gear: backpacking is becoming less and less reliant on the physical backpack in its initial form.
Culture
Of importance in backpacking is a sense of authenticity. Backpacking is perceived as being more than a vacation, but a means of education.Backpackers want to experience the "real" destination rather than the packaged version often associated with mass tourism, which has led to the assertion that backpackers are anti-tourist For many young people in Northern Europe, Australia, New Zealand, and Israel, backpacking is often a rite of passage. It is less common among North Americans, particularly when taking into account the large population demographics, but it is also gradually becoming more popular. Backpacking trips were traditionally undertaken either in a "gap year" between High School and University, or between the latter and the commencement of work. However the average age of backpackers has gradually increased over time, and it is not uncommon to meet travelers in their late 20s or 30s on an extended career break. Popular regions for backpacking tend to vary from country to country
Criticism
Backpacking has been criticized, with some criticism dating back to travelers' behavior along the Hippie Trail. For example, the host countries and other travelers may disagree with the actions of backpackers. However, the perception of backpackers seems to have improved as backpacking has become more mainstream.Another criticism is that even though one of the primary aims of backpacking is to seek the "authentic," the majority of backpackers spend most of their time interacting with other backpackers, and interactions with locals are of "secondary importance
Planning and Research
Planning and research is an important part of backpacking, aided by such publications as the Lonely Planet guides, Rough Guidesand others. These books provide information about such topics as the language, culture, food and history of a given country. They also offer listings of accommodation and places to eat, together with maps of key locations. Digital format guidebooks are becoming more popular, especially since the advent of smart phones and lightweight netbooks and laptops. There are also many online resources aimed at backpackers as well

Variants

Flashpacking 

Flashpacking is a neologism, a combination of flash, as in fancy, with backpacking, used to refer to an affluent backpacker. Flashpacking has an association of more disposable income while traveling and has been defined simply as backpacking with a bigger budget

Poshpacking 

Poshpacking, a portmanteau of posh and backpacking, refers to backpacking with more style and money





Semua Tentang Backpaker


Backpack, atau tas punggung, atau lebih umum lagi disebut sebagai ‘ransel’, dengan berbagai bentuknya dewasa ini memang semakin umum digunakan oleh para pelancong di seluruh dunia. Awalnya mungkn hanya untuk kepraktisan saja, lantaran dengan menggunakan backpack sebagai tempat barang-barang bawaan kita, kedua tangan kita akan bebas bergerak. Bayangkan jika kita harus berjalan-jalan di tengah keramaian Malioboro, atau menyusuri gang-gang di Kuta dengan menenteng tas jinjing.
Bahkan jika disbanding dengan tas bahu (tas yang dicangklongkan di salah satu bahu), backpack jauh terasa lebih nyaman; dengan backpack, beban barang bawaan yang kita sandang di bahu akan lebih merata.
Mungkin satu-satunya yang bisa menyaingi kepraktisan dan kenyamanan backpack mungkin hanya tas pinggang (bum bag). Tapi masalahnya, kapasitas tas pnggang memang amat terbatas – rata-rata kurang dari lima belas liter volume. Bandingkan dengan backpack yang bisa berkapasitas sampai seratus liter.
Backpack mulanya memang bagian dari perlengkapan mendaki gunung, camping, atau kegiatan alam bebas lain. Namun sejak menjamurnya para pelancong dengan gaya hidup hipis, backpack jadi popular di kalangan para earth walker yang bepergian semau mereka, tanpa terikat waktu dan jadwal sebagaimana lazimnya pelancong yang bepergian menggunakan jasa biro perjalanan wisata. Itulah kenapa sempat muncul anggapan bahwa para turis ransel (backpacker) sama dengan hipis, dan hipis identik dengan turis ransel: Pelancong bebas berpenampilan lusuh yang bepergian semau mereka dengan dana minim dan waktu selama mungkin. Faktanya memang demikian.
Syukurlah anggapan dan fakta di atas sudah semakin pudar. Saat ini backpacking alias turisme ransel sudah menjadi cara berwisata yang tak lagi didominasi para pelancong berkatong tipis, namun juga dari kalangan mapan yang ingin merasakan bebasnya berwisata tanpa terikat jadwal dan aturan biro perjalanan.
Semangat backpacking memang masih sama. Bedanya, kini semangat kebebasan berwisata itu sekarang didukung oleh dana lebih tebal dan penampilan para pelakunya yang jauh lebih modis.
Demikian pula dengan backpack sebagai elemen utama dalam turisme ransel alias backpacking. Kalo jaman backpacker hipis mereka biasanya menggunakan backpack surplus Perang Vietnam, Korea, bahkan Perang Dunia II yang terbuat dari kanvas yang berat, kini backpack para turis ransel jauh terlihat lebih trendi. Terbuat dari nilon berwarna-warni dengan daya tahan tnggi namun ringan, ditambah dengan desain ergonomis berteknologi tinggi yang sanggup mereduksi beban berat yang dirasakan penggunanya. Bisa demikian karena mayoritas backpack yang digunakan para backpacker sejatinya memang diperuntukkan buat mendaki gunung atau menjelajah alam bermedan berat – kendati kurang lebih dua dasawarsa terakhir backpack yang dirancang khusus untuk traveling juga sudah diciptakan. Dengan teknologi yang teknologi, bahan dan model yang tak kalah canggih, kuat, dan trendi pula.
Berikut ini adalah beberapa macam backpack yang lazim digunakan dalam kegiatan backpacking:
Trekking/Tramping/Adventure Pack
Sejatinya didesain untuk kegiatan petualangan (mendaki gunung, lintas alam). Modelnya memang paling umum. Backpacker suka menggunakannya karena kepraktisan dan kenyamanan saat dipakai, di samping daya tampungnya yang punya rentang lebar (antara 40 s/d 100 liter) membuat semua barang keperluan untuk perjalanan dalam waktu lama bisa terbawa. Pertimbangan lainnya ialah, tak jarang para backpacker juga menyempatkan diri/harus melakukan perjalanan di alam bebas dalam acara backpackingnya. Dengan back-system yang terdiri dari sabuk penggendong dan pinggang berbantalan, serta rangka terbuat dari logam ringan namun kuat berlapis busa dan kain khusus yang diklaim bsa ‘bernapas’, sanggup menolong para penggunanya dari kelelahan akibat membawa beban berat di medan yang berat pula.
Kelemahan dari model backpack ini ialah sisi keamanannya yang boleh dibilang minim saat dibawa berkendaraan umum. Belakangan gembok memang lazim digunakan untuk mengamankan barang-barang berharga yang tersimpan di sejumlah kantong beresluiting. Namun sejumlah straps penutup dan sabuk-sabuknya gampang sekali tersangkut di dalam bagasi pesawat atau bis yang tak jarang berujung dengan kerusakan backpack itu sendiri.
Kelemahan yang kedua, walau tak fatal namun seringkali mengganggu ialah, bentuknya yang hanya berupa menyerupai kantong membuat barang-barang bawaan tak terorganisir dengan baik.

Travel Pack
Inilah backpack yang memang dirancang untuk melancong. Bentuk awalnya memang sangat menggelikan: seperti koper yang dilengkapi dengan sabuk penggendong seperti umumnya backpack. Belakangan, semakin ke sini, bentuk dan teknologi back system sudah semakin baik. Kini banyak produsen yang merancang bentuk travel pack mereka mirip trekking pack, namun dengan jerohan seperti koper yang memungkinkan penggunanya mengorganisir barang bawaan mereka dengan lebih rapih: pakaian tak lagi mudah kusut, tercampur antara yang bersih dengan yang kotor dll.
Demikian pula dengan back systemnya. Teknologi yang digunakan nyaris, bahkan persis sama dengan backpack untuk berpetualang. Ditambah dengan back system yang bisa disembunyikan, membuat sabuk-sabuknya jadi lebih aman saat dibawa berkendaraan umum. Uniknya lagi, saat back system-nya disembunyikan, travel pack akan berubah bentuk menjadi travel shoulder bag. Beberapa travel pack terbaru bahkan diilengkapi roda yang juga bisa disembunyikan untuk kenyamanan saat dibawa di bandara atau stasiun kereta api.
Kelemahan dari jenis backpack ini adalah dengan segala kelebihan dan keunikannya, membuat harganya relatif jadi lebih mahal ketimbang trekking pack. Kira-kira satu decade lalu, para pereview peralatan petualangan memberi penilaian backpack jenis ini tak seberapa cocok dipakai berpetualangan di alam bebas, membawa beban berat, atau berjalan dalam waktu lama. Namun dengan semakin majunya teknologi bahan dan back system, penilaian tersebut jadi tak beralasan.

Kalau ada kontes jenis backpack yang paling popular, pasti backpack alias ransel inilah pemenangnya. Ya. Daypack, seperti namanya memang jenis tas punggung yang biasa dipakai untuk keperluan sehari-hari. Sebagai tempat buku anak sekolah sampai untuk membawa laptop (meski akhir-akhir ini muncul ransel khusus untuk laptop ), digunakan oleh anak-anak TK sampai para pegawai kantor.
Daypack 
Dengan bentuk dan ukuran yang kompak (tak lebih dari 25 liter), tak ada manusia masa kini yang tak memanfaatkan daypack sebagai bagian dari kegiatan sehari-hari mereka. Para backpacker menggunakan daypack saat mereka berkeliling kota atau tempat-tempat wisata. Sementara travel pack/tramping pack ‘beristirahat’ di kamar penginapan, cukuplah daypack sebagai sarana untuk membawa barang-barang keperluan selama melihat-lihat keramaian kota atau menikmati suasana obyek wisata, seperti kamera, buku petunjuk wisata, peta, makanan kecil, bahkan uang saku. Repot juga bukan, kalau harus berkeliling Borobudur, atau berjalan-jalan di sepanjang Pantai Senggi dengan membawa semua barang bawaan kita dalam backpack berukuran 75 liter?
Sebagai jenis backpack yang secara fungsonal tidak spesifik, sulit untuk mencari kelebihan atau kekurangan antara daypack dari satu merek dengan merek yang lain. Apalagi para pengguna juga kelihatannya tak terlalu pilih-pilih dalam membeli backpack jenis ini. Kalaupun ada fitur-fitur yang muncul belakangan di merek-merek terkenal, paling hanya sebatas lubang untuk selang water bladder (kantong air minum) atau kabel headphone – beberapa jenis kadang menambahkan kantong laptop berbantalan. Tak usah terlalu memusingkan back system. Berapa berat sih, beban yang akan kita bawa di dalam backpack?


Hydration Pack
Jenis terakhir sekaligus paling baru yang akhir-akhir ini popular di kalangan backpacker. Saat merasakan daypack terlalu besar untuk sekedar tempat botol air minum dan beberapa benda kecil seperti kunci-kunci dan kamera poket, jenis backpack berpotongan ramping inilah yang jadi pilihan para backpacker sebagai teman berkeliling kota/obyek wisata.
Pertama kali dipopulerkan oleh para tentara yang tak mau repot-repot meletakkan senjata untuk minum dari veldples, mereka cukup menggerakkan satu tangan untuk minum lewat seutas selang dari water bladder di dalam hydration pack. Dengan alasan tak mau berhenti untuk minum dari botol air, para mountain biker dan pelari lintas alam adalah pengguna berikutnya. Apalagi rata-rata hydration pack bisa menampung kantong air berkapasitas dua sampai tiga liter, atau setara nyaris dua kali botol air mineral ukuran paling besar yang dijual di pasaran.


Selain keempat jenis backpack di atas, sebenarnya masih ada beberapa jenis backpack lain. Namun karena fungsinya yang sangat spesifik dan biasanya digunakan oleh para professional di bidangnya masing-masing, jenis-jenis backpack tersebut jarang sekali digunakan oleh kebanyakan backpacker. Jadi saya pun merasa tak perlu mengulasnya lebih jauh. Jenis-jenis backpack tersebut adalah: climbing pack, expedition pack, camera backpack, medical kit pack, dan beberapa jenis untuk membawa peralatan mekanis/pertukangan yang sama sekali tak bersentuhan dengan kegiatan backpacking.
 

inigece Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang