
Membawa sesedikit mungkin barang mungkin ide yang bagus dalam backpacking, walau tentu saja tak sesedikit seperti ika kita keluar dari rumah dengan menyandang daypack, pergi ke toko buku terdekat. Dewasa ini sesungguhnya amatlah mudah untuk menemukan hampir semua barang kebutuhan sehari-hari di kota tujuan wisata kita. Dengan alasan itulah, maka perlu dipertimbangkan ide ‘it’s better to start with too little rather than too much’.
Katakanlah untuk pakaian. Kita akan dengan mudah menemukan pakaian untuk dikenakan sehari-hari di Kuta, atau Jogja, misalnya – dengan harga relatif murah!. Kita bahkan bisa membelinya lebih dari yang kita butuhkan sebagai buah tangan orang-orang di rumah sepulang backpacking nanti. Jadi, mulailah dengan mengisi ransel Anda seringan mungkin.
Barangkali daftar pakaian yang bisa kita bawa dari rumah versi saya, dapat menjadi pertimbangan:
1. Satu celana jeans dan satu celana pendek
2. Dua atau tiga t-shirt dan kemeja santai
3. Satu sweater untuk menghangatkan badan.
4. Sepasang sepatu olahraga dan sandal.
5. Jas hujan atau jaket berbahan tahan air.
6. Sepasang kemeja dan celana resmi (siapa tahu ada yang mengundang kita kenduri).
Ingat, berpakaian yang pantas, terutama di nagara-negara Asia (termasuk Indonesia) akan akan sangat dihargai. Selain itu, beberapa jenis barang lagi yang saya anggap perlu untuk dibawa al.:
1. Peralatan mandi.
2. Kotak obat dan peralatan jahit-menjahit.
3. Kacamata matahari.
4. Gembok kecil
5. Sleeping bag.
6. Pisau Swiss
7. Kain sarung (dan sajadah, bagi umat Islam)
8. Sebuah payung kecil.
Sleeping bag perlu dibawa jika kita memasukkan acara hiking dan berkemah di alam bebas, atau mendaki gunung. Kita bisa menyewa tenda dan peralatan memasak bila memang membutuhkannya. Disamping itu, sleeping bag juga bisa kita pergunakan sebagai bed-cover di losmen dan tempat penginapan kita, alas untuk beristirahat saat penantian panjang di terminal, stasiun, dan bandara.
Gembok kecil penting untuk mengunci kantong di ransel tempat kita menyimpan barang-barang berharga. Usahakan untuk memilih gembok dengan pengunci bernomor kombinasi. Anak kunci, terlebih yang berukuran kecil, gampang sekali terselip, bahkan hilang. Payung – walaupun kadang kita malu untuk menggunakannya di keramaian – akan sangat berguna di saat-saat tak terduga. Percayalah. Jadi bawa saja yang berukuran kecil, agar bisa muat di dalam backpack kita.
Sabun, pasta gigi, shampoo, bahkan pembalut wanita bisa dibilang sudah bukan masalah lagi. Bahkan di pedalaman Kalimantan, Anda akan bisa menemukannya, walau dengan harga relatif lebih mahal. Mengenai gadget mutakhir tertentu yang sudah jadi bagian dari keseharian kita (HP, MP3 player, kamera digital, dll.) , akan saya tulis dalam posting terpisah.
Ada satu item ayng kelihatannya remeh namun sangat berguna: Kantong-kantong plastik – usahakan yang tebal, tidak saja berguna untuk mengorganisir barang-barang bawaan kita di dalam backpack, tapi juga akan membuat semuanya jadi lebih bersih dan kering.
Yang terakhir, selalu usahakan untuk memberi label ransel kita dengan nama dan alamat kita tertulis di atasnya. Sering sekali ada backpacker dengan ransel persis sama dengan yang kita punya. Kalau sampai tertukar di bandara... Anda tak ingin kehilangan pernak-pernik yang sengaja Anda bawa untuk mengingatkan pada orang-orang terkasih di rumah, bukan?