Senin, 13 Mei 2013

Transportasi (Asia)

Seiring menjamurnya trend penerbangan murah dewasa ini, pesawat sama sekali bukanlah moda transportasi yang ditabukan oleh para backpacker. Dalam beberapa kasus, menggunakan pesawat untuk perjalanan lintas negara bisa jadi lebih murah disbanding bila kita nekat menempuh perjalanan darat.So, selalu carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai penebangan murah untuk bisa mencapai tempat tujuan wisata kita. Karena – misalnya – perjalanan darat dari Thailand ke India atau Nepal melewati Myanmar sama sekali bukan ide yang menarik. Kecuali jika anda pernah menjadi anggota pasukan khusus.


Di beberapa Negara Asia yang relatif mapan secara ekonomi, perjalanan darat – domestik maupun internasional – akan sangat menyenangkan. Jaringan KA dan bis, baik dalam maupun antar kota, bahkan negara, dikelola dengan baik, bersih, dan teratur. Praktik percaloan nyaris nihil. Kita selalu mendapatkan pelayanan sesuai dengan yang kita bayarkan. Untuk kawasan Asia Tenggara, kita bisa menyebut negara-negara seperti Singapore, Malaysia, dan belakangan Thailand. Indonesia dan Vietnam sedang berusaha keras kearah sana, walaupun harus diakui keadaan sekarang – kabarnya – relatif lebih baik ketimbang satu dasawarsa lalu.

Untuk kawasan Asia Selatan, keadannya bisa dibilang sangat tertinggal. Kondisinya akan jadi mirip neraka jika kita melakukan perjalanan wisata di sana selama musim mudik hari besar keagamaan. Jangan kaget melihat KA yang dijubeli manusia hingga ke atap dan bagian depan lokomotifnya (di Indonesia juga ada sih, cuman yang ini jauh lebih parah). Sementara para pengelola bus dan moda transportasi jalan raya lainnya, seperti lebih konsern pada penampilan fisik dan audio ketimbang kelaikan jalan kendaraan mereka (juga jauh lebih parah ketimbang Indonesia). Bayangkan, di abad ke-21 ini masih ada bis Junga di Pakistan dengan trayek Karakoram Highway yang terkenal maut itu, aslinya adalah truk Bedford tahun 50-an! Jadi... pliiis, jangan mimpi tentang kenyamanan bertransportasi darat di sana.

Transportasi laut. Hmm.... Sebagai negara kepulauan jaringan transportasi laut di Indonesia memang terkesan lebih beragam dari negara-negara daratan. Untuk pelayaran antar pulau, kapal-kapal Pelni masih bisa diandalkan. Bahkan dek kelas ekonomi pun ber-AC, dan memiliki kran-kran air panas yang bisa kita gunakan untk menyeduh kopi dn mie instan.

Sementara kondisi pelayaran penyeberangan (ASDP) keadaannya masih lebih baik ketimbang di Filipina atau negara-negara Pasifik Selatan. Terutama feri-feri yang melayari Merak-Bakauheni atau Padang Bai-Lembar. Jangan bandingkan dengan feri-feri Laut Utara, tentu saja (suatu saat saya berharap bisa merasakan pelayaran di sana).

Secara umum, tak ada kendala transportasi yang berarti untuk backpacking melintasi Asia. Rentang variabelnya memang jadi sangat beragam dan lebar. Dari yang paling nyaman dan mahal seperti di Jepang atau Korea Selatan, sampai yang relatif murah namun bisa disebut sampai pada taraf ’horor’ seperti di kawasan Asia Selatan. Bagaimana kondisi spesifiknya? Dalam entri-entri berikutnya Insya Allah saya akan menuliskannya lebih detil.

posted from Bloggeroid

0 komentar:

Posting Komentar

 

inigece Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang