Kamis, 09 Mei 2013

Pulau Tangalooma Favorit Turis Indonesia Di Ausie


Australia memiliki banyak tempat menarik untuk dijelajahi, termasuk pulau-pulau yang indah. Salah satu pulau yang menjadi destinasi favorit turis Indonesia adalah Pulau Tangalooma, di Queensland. Jika Bali menjadi destinasi favorit para turis Australia, sebaliknya Tangalooma dikunjungi setidaknya 5.000 lebih orang-orang Indonesia tiap tahun.

Pulau Tangalooma yang termasuk dalam Negara Bagian Queensland, terletak di timur Kota Brisbane. Siapa yang masih ingat film bioskop Scooby Doo? Ternyata pulau berhantu yang mereka datangi di dalam film itu, sungguhan ada di Queensland, Australia. Dialah Pulau Tangalooma.
Tangalooma adalah sebuah pulau resor yang punya keindahan alam menawan. Pulau ini dikelilingi pantai berpasir putih bersih, dengan laut warna biru terang. Anda bisa melakukan lebih dari 80 kegiatan kegiatan mulai dari berenang, snorkeling dan diving di bekas reruntuhan kapal karam, hingga outbond dan beragam olahraga air.
Tapi, yang menjadi daya tarik utama pulau ini adalah wild dolphin feeding. Pada malam hari sepanjang tahun, Anda bisa mengikuti tur menggunakan kapal ke tengah lautan untuk memberi makan lumba-lumba laut lepas. Mereka akan mendekat ketika melihat sorot cahaya yang dipancarkan oleh senter kapal. Jika beruntung, Anda bisa memberi makan para lumba-lumba ini di sekeliling pulau.
Selain indah, akses menuju pulau ini pun tidak sulit. Anda tinggal melakukan penerbangan ke ibukota negara bagian Queensland yaitu Brisbane, lalu melanjutkan 75 menit perjalanan dengan kapal ferry.
Selain event memberi makan lumba-lumba liar langsung dari tangan manusia, Pulau Tangalooma ternyata punya ‘misteri’ yang menarik untuk ditelusuri. “Ini di sini yang namanya Spooky Island. Dulu film Scooby Doo syutingnya di sini. Coba lihat hotel-hotelnya. Sama seperti yang dilihat di film bukan,” jelas petugas Tangalooma Wildlife Resort, Chad Croft, pekan lalu.
Chad menceritakan kalau di Pulau Tangalooma ada 15 bangkai kapal di beberapa pesisirnya. Diceritakan pula kalau sejarah pulau ini penuh dengan darah dan pembantaian.
Kini bangkai-bangkai kapal itu ternyata menjadi tempat berkumpulnya ikan-ikan yang eksotis. Ikan-ikan penuh warna itu menjadikan koral yang menempel di bodi kapal yang sudah berkarat itu rumahnya.
Jadi kita tidak perlu berenang ke tengah laut untuk memanjakan mata dengan ikan yang lucu dan unik. Tempat bangkai kapal itu memang terletak di pesisir sehingga beberapa bagiannya masih terlihat di atas air.
“Kapal-kapal itu berasal dari Brisbane. Kapal yang sudah dalam masa usia tertentu dan tidak layak pakai ditenggelamkan di sini. Bangkai kapal itu berfungsi sebagai tanda jalur yang aman untuk dilintasi,” papar Chad.
Pulau Tangalooma juga menjadi saksi kelam pembantaian ribuan paus untuk keperluan komersil. Dalam area resor terdapat satu bangunan 2 tingkat tanpa atap dari beton yang cukup terawat. Di tempat inilah paus bongkok yang ditangkap di laut lalu diproses untuk diambil minyak, daging, dan tulangnya. “Dari tahun 1952 sampai 10 tahun kemudian sudah 6.277 paus bongkok dan 1 paus biru yang diproses di sini,” jelas Chad.
Masuknya minyak sayur ke Australia dan makin berkurangnya jumlah paus di lautan, membuat tempat pengolahan paus di Tangalooma ditutup pada Agustus 1962. Setelah dibeli oleh pengusaha dari Gold Coast, Osborne, pada tahun 1963, tempat yang tadinya ‘musuh’ kehidupan liar menjadi tempat konservasi alam dan lebih menguntungkan secara ekonomi.
“Dari bisnis berburu paus bisa diperoleh AUD 32 juta (sekitar Rp 320 miliar) per tahun. Sekarang bisnis wisata melihat paus bisa AUD 70 juta (sekitar Rp 700 miliar) per tahun,” kata Chad.
Jika ingin melihat paus datanglah ke Pulau Tangalooma sekitar bulan Juni-Oktober. Saat itulah musim migrasi mereka dari utara ke selatan dimulai.
Bicara soal kecantikan Tangalooma, pasti tak ada habisnya. Pasir putih kekuningan yang lembut, lingkungan yang bersih lengkap dengan hamparan rumput beserta nyiur melambai, dan kehidupan satwa liar yang terpelihara, membuat pulau seluas 37 x 10 km ini kian eksotis.
Seperti kebanyakan wisata di pinggir pantai lainnya, traveler bisa melakukan beraneka macam aktivitas air. Sebut saja bersantai di tepi pantai, surfing, snorkling, diving, parasailing, mengendarai ATV, atau berkeliling pulau dengan helikopter.
“Laut di sini aman. Tidak ada hiu, pari, atau ubur-ubur. Selain lumba-lumba banyak juga hewan laut yang lain. Ada kura-kura. Di bagian laut sana ada banyak rumput laut. Jika beruntung Anda bisa melihat dugong makan di sana,” kata Chad
Salah satu atraksi yang tidak boleh dilewatkan di sana adalah sand boarding, yakni berselancar dengan menggunakan papan di bukit pasir putih. Bermodal sebilah papan kayu kita akan meluncur turun dengan posisi tengkurap dari gunungan pasir setinggi kurang lebih 100-200 meter. Butuh perjuangan untuk sampai ke puncak karena kita harus berjalan kaki ke sana melewati pasir yang rapuh.
Sesampainya di atas, dengan bantuan istruktur, kita akan meluncur turun bawah dengan cepat. Dari bukit pasir yang memiliki kemiringan lebih dari 45 derajat. Seru dan mengasyikkan tentunya. “Pasir ini berasal dari pantai. Angin yang keras dari arah laut menerbangkan pasir ke tengah-tengah pulau,” jelas Jamie, petugas Wildlife Tangalooma Resort, yang bertugas membawa wisatawan ke gunung pasir dengan bus khusus.
Soal makanan dan tempat bermalam tak perlu khawatir. Ada berbagai macam tipe hunian, mulai dari resor, hotel maupun villa untuk keluarga semua tersedia. Semuanya menghadap ke arah laut yang biru.
Urusan perut bukan hal yang sukar di sini. Ada sekurangnya lima tempat untuk memuaskan mereka yang gila kuliner. Mulai dari bar, cafe sampai restoran. Dan tidak perlu khawatir soal menu, di sini juga disediakan menu dari asia juga yang relatif lebih cocok untuk perut orang Indonesia. dtc

0 komentar:

Posting Komentar

 

inigece Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang