Jika ingin acara backpacking kita lancar, penampilan diri kita harus jadi perhatian khusus. Ini bukan masalah sepele. Terlebih bagi kita yang berasal timur.
Hampir di seluruh Asia, khususnya jika harus berurusan dengan pihak berwenang setempat, penampilan lusuh seperti hipis, dandanan aneh, dan segala macam bentuk penampilan nyeleneh sangat tidak disukai. Saya ulangi: Sangat tidak disukai! Kita tidak mau merepotkan diri sendiri di /kampung/ negeri orang hanya karena menurutkan apa yang kita pikir sebagai ’ kebebasan berekspresi’, bukan?
Jika kita mendatangi Kedutaan Besar atau Konsulat untuk mengurus visa (bahkan Kedubes atau Konsulat Amerika Serikat sekalipun), di gerbang perbatasan antar negara, atau di tempat-tempat publik lain, segala urusan akan selalu lebih mudah jika kita berpenampilan rapi dan sepatutnya. Tak peduli atas nama mode atau kenyamanan, mengenakan celana jeans belel yang dipotong pendek ala kadarnya, singlet, atau bersandal jepit sama sekali tidak disarankan saat kita berurusan dengan tempat-tempat di atas. Itulah kenapa selalu disarankan untuk membawa pakaian yang agak resmi. Walaupun itu hanya kemeja polos dan pantalon sederhana.
Di beberapa negara Asia Selatan, banyak backpacker melaporkan bahwa berurusan dengan petugas berwenang setempat kadang akan menjadi urusan panjang bertele-tele, dan menyebalkan. Dalam situasi inilah kesabaran kita diuji. Kita harus selalu mengingatkan diri untuk tetap bersikap cool. Tak peduli seberapa menjengkelkan dan sok kuasanya Inspektur Vijay atau Tuan Takur yang kita temui. Menanggapinya dengan keras, sangat tidak produktif. Selalu katakan pada diri Anda, mereka hanyalah manusia-manusia malang yang berusaha keras menutupi kelemahan dengan memainkan peran who’s the boss’. Tetaplah berusaha menghadapi mereka sekalem mungkin, bahkan jika Anda yakin bahwa Anda dalam posisi benar dan mereka salah. Kalau mungkin, tnjukkan pula rasa simpati Anda pada orang-orang yang hampir pasti mempunyai kehidupan yang amat membosankan tersebut. Satu hal yang sudah pasti, keramah-tamahan, kesopanan, dan kemampuan kita menjaga tempramen akan membuat perjalanan kita senantiasa mudah.
Hampir di seluruh Asia, khususnya jika harus berurusan dengan pihak berwenang setempat, penampilan lusuh seperti hipis, dandanan aneh, dan segala macam bentuk penampilan nyeleneh sangat tidak disukai. Saya ulangi: Sangat tidak disukai! Kita tidak mau merepotkan diri sendiri di /kampung/ negeri orang hanya karena menurutkan apa yang kita pikir sebagai ’ kebebasan berekspresi’, bukan?
Jika kita mendatangi Kedutaan Besar atau Konsulat untuk mengurus visa (bahkan Kedubes atau Konsulat Amerika Serikat sekalipun), di gerbang perbatasan antar negara, atau di tempat-tempat publik lain, segala urusan akan selalu lebih mudah jika kita berpenampilan rapi dan sepatutnya. Tak peduli atas nama mode atau kenyamanan, mengenakan celana jeans belel yang dipotong pendek ala kadarnya, singlet, atau bersandal jepit sama sekali tidak disarankan saat kita berurusan dengan tempat-tempat di atas. Itulah kenapa selalu disarankan untuk membawa pakaian yang agak resmi. Walaupun itu hanya kemeja polos dan pantalon sederhana.
Di beberapa negara Asia Selatan, banyak backpacker melaporkan bahwa berurusan dengan petugas berwenang setempat kadang akan menjadi urusan panjang bertele-tele, dan menyebalkan. Dalam situasi inilah kesabaran kita diuji. Kita harus selalu mengingatkan diri untuk tetap bersikap cool. Tak peduli seberapa menjengkelkan dan sok kuasanya Inspektur Vijay atau Tuan Takur yang kita temui. Menanggapinya dengan keras, sangat tidak produktif. Selalu katakan pada diri Anda, mereka hanyalah manusia-manusia malang yang berusaha keras menutupi kelemahan dengan memainkan peran who’s the boss’. Tetaplah berusaha menghadapi mereka sekalem mungkin, bahkan jika Anda yakin bahwa Anda dalam posisi benar dan mereka salah. Kalau mungkin, tnjukkan pula rasa simpati Anda pada orang-orang yang hampir pasti mempunyai kehidupan yang amat membosankan tersebut. Satu hal yang sudah pasti, keramah-tamahan, kesopanan, dan kemampuan kita menjaga tempramen akan membuat perjalanan kita senantiasa mudah.
posted from Bloggeroid
0 komentar:
Posting Komentar