Senin, 13 Mei 2013

Mengepak Ransel

Saat backpacking, perjalanan yang kita lakukan memang akan lebih banyak berada di dalam kendaraan umum. Tak seperti mendaki gunung, dimana kita bisa seharian berjalan kaki dengan ransel besar di punggung, dalam backpacking, waktu kita paling lama menyandang backpack atau ransel adalah saat berburu tempat penginapan. Jika kita beruntung, hitungannya waktunya paling hanya menit. Sesial-sialnya hunting penginapan saat peak season, kita masih bisa lebih sering menurunkan ransel dari pungung, ketimbang dalam acara mendaki gunung.

Kenyamanan menyandang ransel,selain ditentukan oleh bagaimana kita mengepaskan back-system dengan bentuk tubuh kita, juga sangat dipengaruhi oleh bagaimana pengepakan barang-barang di dalamnya. Sekali lagi, walau barang yang kita bawa tak akan seberat saat kita mendaki gunung, tetap saja punggung kita akan dibebani oleh beban yang tak biasa kita sandang sehari-hari. Selain itu, seorang backpacker biasanya sudah mengantisipasi segala kemungkinan yang akan terjadi dalam perjalanannya. Tenda, bahan makanan, bahkan peralatan memasak, seringkali ditambahkan dalam daftar barang bawaan atas nama antisipasi kemungkinan terburuk di tengah perjalanan. Hasilnya sudah jelas. Beban yang kita bawa jadi membengkak.
Berikut ini ada beberapa prinsip dalam mengepak, sehingga backpack atau ransel kita selain nyaman disandang, juga akan elok dipandang:
1. Letakkan barang yang berat di bagian atas, dan bagian yang ringan di bagian bawah. Ini penting dilakukan agar seluruh beban jatuh di pundak, bbukan pinggang atau punggung. Pundak lebih kuat ketimbang pinggang atau punggung. Bagilah beban itu secara merata. Jangan menyiksa salah satu bahu dengan berat yang tak seimbang. Jika membawa tenda, bolehlah diletakkan di bagian paling atas, karena memang biasanya paling berat. Letakkan sleeping bag, dan perlengkapan tidur di bagian paling bawah, sebab baru akan digunakan pada malam hari.
2. Letakkan barang-barang yang nantinya akan paling sering keluar masuk, atau paling dibutuhkan di perjalanan di kantong-kantong luar backpack yang mudah dijangkau. Alangkah baiknya kalau kita membawanya di tempat terpisah – baik dengan daypack atau tas pinggang – bersama barang-barang berharga yang harus selalu kita bawa kemana pun pergi. Sedapat mungkin kelompokkan barang menurut fungsinya, lalu kita letakkan bersama-sama menurut tingkat kebutuhannya. Dalam hal ini travel pack akan lebih memperingan kerja kita, karena biasanya bagian dalam travel pack sudah mempunyai ruang-ruang sedemikian rupa sehingga kita bisa mengatur penempatan barang bawaan dengan lebih rapi.
3. Manfaatkan ruangan yang ada di dalam ransel sefisien mungkin. Maksudnya, jika kita membawa travel mug, jagan biarakan ruangan didalamnya kosong. Isilah dengan benda-benda kecil yang mungkin masuk, bungkusan berisi gula atau kopi instan, misalnya. Sebisa mungkin pisahkan ruang dalam ransel yang memuat bahan makanan dan pakaian. Teh yang terkontaminasi bau pengharum pakaian kita akan sangat tidak enak, bukan?

Bagaimana karakter seorang backpacker sering bisa dilihat ransel yang ia bawa. Bagaimana seorang backpacker mengepak barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam ransel sehingga bentuk ransel itu rapih dan bagus, akan mencerminkan kepribadian yang matang dari sang backpacker. Jadi, ransel dengan bentuk kacau, meletot kesana-kemarikarena dipak secara serampangan akan memberikan penilaian ’kurang’ buat pemiliknya. Apalagi bila ransel itu digantungi berbagai macam benda, sementara ransel itu sendiri masih terlihat kempes. Ransel yang digantungi sepatu, peralatan memasak, atau botol air, adalah sebah pemandangan yang menggelikan. Lagipula semua gantungan itu kemungkinan besar akan tersangkut-sangkut jika diletakkan di bagasi bus, misalnya. Sesuatu yang amat mengganggu, bisa merusak, kalau tidak boleh dibilang berbahaya.

Mengepak adalah suatu seni. Ini kata para backpacker berpengalaman.

posted from Bloggeroid

0 komentar:

Posting Komentar

 

inigece Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang